Sebutir Kata,Setetes Air Mata
Sayatan itu merekah dengan datangnya malam
Seringai tersembunyi dibalik badai kegelapan
Kalian mainkan sandiwara kejam
Demi melihat setetes air mata dalam terangnya bulan
Kalian tertawa terbahak
Kalian bersorak bahagia
Bersuka lihatku terluka
Dalam kejamnya kata yang terlontar
Kalian ukir luka dihatiku
Dalam rapuhnya jiwaku
Kalian kucur air mataku
Dalam lemahnya jiwaku
Sekejam itukah kalian???
Buat mendung dalam pelangiku??
Bagai ombak dalam lautan?
Bagai badai dalam sahara!!!
Namun kini.....tiada lagi jiwa yang lemah
Yang ada hanyalah jiwa yang kokoh
Jiwaku telah berganti
Seiring bergantinya musim dingin ke musim semi
Bocah yang terluka kini bersiap
Tuk' hadapi kejamnya badai kegelapan
Kan ia kumpulkan sakit hatinya
Agar sang' karma mendengar
Sang' karma yang kan balas semuanya
Yang telah kalian perbuat
Membuat badai.......
Dalam damainya jiwaku
Kini tak kan ada lagi isak tangis
Yang ada hanyalah sebutir kata
Tak kan ada pula deraian air mata
Yang tinggal hanyalah sebulir air mata